Sob,Rasa sebel dan mangkel ketika pulang kerja mendapati jalan yang di tutup untuk keperluan hajatan (Pernikahan) .
“Perasaan tadi siang jalan ini masih belum di tutup” .
Penutupan jalan umum harus memperhatikan kenyamanan pengguna jalan dan harus memiliki ijin yang jelas.Dan Ternaya jalan yang di tutup tersebut belum mendapatkan ijin (hasil wawancara di radio lokal)
Perijinan diajukan ke Ke Kepolisian Republik Indonesia,dalam halini adalah Polres Kota/Kabupaten dan mendapatkan persetujuan dari Kapolres(Perwakilan Kapolres) karena yang berhak yang memberikan ijin adalah Polres Kota/Kabupaten,selanjutnya Kapolres akan memerintahkan jajaranya untuk mengecekan di lapangan apakah ijin tersebut layak di ACC atau tidak.
Terkait kenyamanan,boleh² saja menutup jalan asalkan menyediakan jalan alternatif yang layak dan sesuai dengan kelasnya.
Misalkan jalan alternatif yang di tutup adalah jalan yang bisa di lewati truk,maka alternatif jalan yang di sediakan haruslah bisa di lewati truk.Jika alternatif jalan yang di sediakan tidak memenuhi syarat maka pihak Polres bisa mengCancel ijin yang di ajukan.

sampluk’e ae….jejeken ae, mari ngunu mblayuuuu
hust.. 😀
dalane dewe kok, mangkane gpp
kuueeplaki kui to penake 😀
Wah aq jg kadang mangkel,mangkat kerjo dalane malah di tutup.
Alhasil harus muter 3x lipat jauhnya
Lah mosok siang berangkat g apa apa,eehhh,,pulangnya sudah di tutup 👿
pas aku ngantenan, arak-arakan kaya header blogku gitu diikuti 80an orang dan 2 ekor kuda juga ga nutup jalan kok, cuma nganggu bentar xixixiii
Woohhh…pelanggaran ki 😀
yg penting jangan lebih dari 24 jam..
wwaahhh yang ini malah 3 hari lebih loh! 👿