Iklan
jump to navigation

Tebus kendaraan bermotor dipolisi ada biayanya?Semoga tulisan ini bisa mencerahkan. 14/03/2017

Posted by Rudy SouL in Potret Jalanan, Umum.
trackback

Sob, semoga tulisan yang RudySouL copy dari grup info cegatan Blitar ini bermanfaat untuk sobat semua yang pernah mengalami pengalaman tidak enak saat berurusan dengan Polisi Karana dimintai sejumlah uang saat mengambil kendaraan bermotor yang dipakai saat terjadi kecelakaan.

Sepeda motor pada peristiwa ini merupakan barang bukti yang dapat diminta kembali oleh pemiliknya. Hal ini sesuai dengan bunyi Pasal 46 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (” KUHAP”): 

(1) Benda yang dikenakan penyitaan dikembalikan kepada orang atau kepada mereka dari siapa benda itu disita, atau kepada orang atau kepada mereka yang paling berhak, apabila:

 a. kepentingan penyidikan dan penuntutan tidak memerlukan lagi.

b. perkara tersebut tidak jadi dituntut karena tidak cukup bukti atau ternyata tidak merupakan tindak pidana.

c. perkara tersebut dikesampingkan untuk kepentingan umum atau perkara tersebut ditutup demi hukum, kecuali apabila benda itu diperoleh dari suatu tindak pidana atau yang dipergunakan untuk melakukan suatu tindak pidana. 
(2) Apabila perkara sudah diputus, maka benda yang dikenakan penyitaan dikembalikan kepada orang atau kepada mereka yang disebut dalam putusan tersebut, kecuali jika menurut putusan hakim benda itu dirampas untuk Negara, untuk dimusnahkan atau untuk dirusakkan sampai tidak dapat dipergunakan lagi atau jika benda tersebut masih diperlukan sebagai barang bukti dalam perkara lain. Oleh karena itu, maka ketentuan yang juga mengatur mengenai pengelolaan barang bukti diatur lebih khusus dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (“ Perkapolri 10/2010 ”), khususnya dalam Pasal 19 : 

(1) Pengeluaran barang bukti untuk dikembalikan kepada orang atau dari siapa benda itu disita atau kepada mereka yang berhak harus berdasarkan surat perintah dan/atau penetapan pengembalian barang bukti dari atasan penyidik . 

(2) Pelaksanaan pengeluaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Ketua Pengelola Barang Bukti harus melakukan tindakan: 

a. memeriksa dan meneliti surat perintah dan atau surat penetapan pengembalian barang bukti dari atasan penyidik; 

b. membuat berita acara serah terima yang tembusannya disampaikan kepada atasan penyidik; dan c. mencatat dan mencoret barang bukti tersebut dari daftar yang tersedia. Dengan demikian, berdasarkan aturan di atas, Anda dapat meminta kembali sepeda motor yang disita dengan cara meminta atau memohon penetapan pengembalian barang bukti dari atasan penyidik di Polsek tempat sepeda motor Anda disita. Sebagaimana yang pernah dijelaskan dalam Mengambil Barang Bukti di Kantor Polisi? , tidak ada ketentuan yang mengatur mengenai biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik atau orang yang berhak atas barang sitaan untuk “menebus” barang yang disita polisi. Ini artinya, tidak ada kewajiban kakak Anda untuk membayar sejumlah uang kepada pihak polisi untuk mengambil kembali sepeda motor. Intinya kalau polisi meminta uang tebusan atau tetek bengek kon dudohke pasale undang2 nge apa yg mengatur dan kemana larinya uang karena tidak Ada uu yg mengatur dalam tebus menebus.
Tulisan diatas rudysoul copy dari grup info cegatan Blitar

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Terimakasih komenya,maaf kalau ndak bisa bales satu persatu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: