Iklan
jump to navigation

Konvoi pendekar salah satu perguruan pencak silat meresahkan warga Blitar. 24/10/2015

Posted by Rudy SouL in Otomotif.
trackback

image

Sob,kemarin malam tanggal 24 Oktober  salah satu perguruan pencak silat yang berpusat di Madiun mempunyai acara yang biasa di sebut Sah-sahan.
Sah-sahan ini rutin diadakan setiap tahun di bulan suro.

Sah-sahan tersebut bisa diartikan pengesahan seorang murid menjadi keluarga di perguruan silat tersebut setelah menerima pendidikan dan ajaran tingkat demi tingkat (Jambon,Ijo,Putih).

Tempat atau lokasi pengesahan warga baru seperti tahun ke tahun berlokasi di gesung kantor Kabupaten Blitar.
Dengan lokasi berada di tengah kota banyak warga (pedekar)dari berbagai penjuru kabupaten Blitar menuju ke tempat sah-sahan dengan berombongan menggunakan motor probadi.
Dalam rombongan yang RudySouL perhatikan lebih dari 30 motor yang ikut dalam konvoi.
Peserta konvoi rata-rata masih muda dan beberapa sudah bapak-bapak.

Saat dalam perjalanan menuju tempat sah-sahan beberapa peserta konvoi berbuat anarkis,seperti yang RudySouL saksikan sendiri seaaat setelah konvoi start dari Aloon-aloon Lodoyo Blitar seorang peserta dwngan mengendarai RX King sambil membawa stik lamp sengaja menutup jalan dengan melaju di jalur lawan arah dan sukses menghentikan mobil dari lawan arah.

Orang yang ada disekitar aloon-aloon rupanya juga banyak yang melihat kejadian tersebut,alhasil banyak warga yang kurang suka dengan perbuatan tersebut.

Ternyata di tempat lain di sepanjang jalir kelakuan oknum yang melakukan tindakan anrkis tetap berlangsung.
Seperti yang di curhatkan salah seorang korban yang mengaku ibunya menjadi korbam saat berada di jalan,motor ibunya dipaksa minggir dan oknum tersebut berkata kasar keoada seorang ibu,misuhi ibu tersebut…apakah pantas perbuatan tersebut dilakukan oleh seorang pedekar?
Sungguh miris sob….

RudySouL dulu pernah menjadi murid di perguruan pencak silat tersebut,namun terpaksa tidak meneruskan latihan dikarenakan sesuatu hal RudySouL akhirnya tidak meneruskan latihan.

Dalam memberikan pendidikan warga senior selalu mengajarkan kebaikan untuk semua mahluk hidup,sama sekali tidak pernah mengajarkan keburukan.

Tapi anehnya saat setelah sah menjadi warga kenapa ajaran yang telah diberilan tidak diterapkan,justru sebaliknya?

RudySouL punya usulan agar hal ini tidak tejadi lagi di kemudian hari.

Setiap acara sah-sahan jangan terlalu banyak peserta yang hadir,cukup yang di shkn dan yang terkait saja,untuk warga (pendekar) lainya jika ingin melakikan syukuran silahkan dilakukan di ranting masing-masing,yang di Sutojayan silahkan melakukan syukuran di Ranting Sutojayan…yang di Karangsono…silahkan melakukan syukuran syukuran di Karangsono.

Sehingga tidak ada lagi yang namanya konvoi di jalan dan mengakibatkan kerugian di satu atau kedua belah pihak,Lebih baik mencegah daripada mengobati

Kasian waga masyarakat yang menjadi korban oknum yang tidak bertanggung jawab,jagan sampai karena kelaukuan salah satu oknum nama perguruan menjadi jelek dimata masyarakat.

Salam…paseduluran…Blitar damai.

Semoga bermanfaat.

Iklan

Komentar»

1. bapakeVALKYLA - 24/10/2015

kon perang nang suriah paling gur mewek

2. boy - 24/10/2015

Pasti sh…ya kan..??

bagggong - 25/10/2015

oh, perguruan yg sok kuasa, sok paling banyak, sok paling kuat, sok paling benar, dan sok sok yg lainya itu?
kayaknya gak lebih dr kumpulan anak alay deh

3. Indomoto - 24/10/2015

sebutin aja namanya perguruannya
paling isinya pendekar wannabe semua

4. Arlong - 24/10/2015

jiaaahhh…. udah jelas itu pasti perguruan yang simbolnya gambar hati bersinar dan ada bunga teratainya itu kan? yang di tiap pertigaan/perempatan desa2 ada tugu/patungnya orang lagi siap mau berantem itu kan?
maaf om Rudy sebelumnya, klo soal perguruan ini terus terang ane sangat tidak suka, bahkan jika perlu pemerintah bubarkan saja perguruan ini, karna sudah banyak meresahkan masyarakat para pendekarnya, lalu menggunakan kemampuannya untuk membully, mengintimidasi, dan menindas orang lain (karna ane dulu semasa sekolah menjadi kaum yg tertindas) dari semua anak2 seangkatan ane pas sekolah dulu yg ikut perguruan ini, bisa dikatakan 90% adalah preman sekolah, tidak ada yang benar kelakuannya, dan juga sok kuasa, merasa harus paling dihormati sama orang lain. intinya dimata ane, Perguruan ini para pendekarnya = binatang kanibal.
kenapa ane bilang gitu, karna selalu ngajak tanding, berantem, gegeran, sama orang lain, ingin selalu menang dan mengalahkan, ibaratnya “wong mangan wong”. Hal ini diperparah dg pengakuan teman ane yg juga seorang “warga” bahwa memang saat ini perguruan tersebut memang di “bisniskan”. Makanya mereka gak terima dan suka menyerang perguruan lain jika ada perguruan lain yg berdiri dan exist menjadi besar. karna ya kembali ke soal “bisnis” tadi. mereka takut berkurang muridnya yg berdampak “bisnis” tersendat. sekali lagi mohon maaf om Rudy, jika saya terlalu frontal berkomentar.

5. cah ilang - 25/10/2015

Owalah anak PSHT yang Katanya Raja Tega, semua orang tidak suka dengan tingkah laku perguruan tersebut tapi kenapa masih banyak orang yang ikut, apa cuma karna ingin cari teman sesama perguruan dan jika ada masalah trus hajar orang rame rame, Contoh perguruan yang lain donk kalo mau sah sahan pakai mobil, atau buss yang tertutup agar aman intinya menghindari konvoi yang ugal ugalan, terjadi bentrokan antar perguruan agar tidak meresahkan warga kayak IKS PI
Salam Jien Sho

6. Edu_Fikhan - 25/10/2015

laporin aja, sgt meresahkan masyarakat itu biar ditindak lanjuti.. lagian kan juga banyak korbannya

7. wong jowo - 26/10/2015

sama seperti tahun kemarin arak-arakan perguruan ini juga bikin tawuran di bon rojo dan alun alun blitar serta sepanjang jalan yang dilalui. mohon pihak terkait berkenan menertibkan atau ke depan tidak usah dikasih ijin

8. wahyu soedibyo - 10/06/2016

Gak peduliiii..ra tak gagasss..
Sg penting tahun ngarep baleni maneh.
Bubarno nek tarah wani…
Wani po ra…he…he…he…????

Rudy SouL - 10/06/2016

Cah ndeso iki mesti…


Terimakasih komenya,maaf kalau ndak bisa bales satu persatu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: