Iklan
jump to navigation

Tips dan trik cornering untuk pemula. 02/12/2015

Posted by Rudy SouL in Cornering.
Tags: , ,
trackback

image

Sob,bahas cornering lagi ya…mumpung yang punya warung lagi semangat-semangatnya nih ceritanya hehehehe 🙂

Sekalian mau nebar virus cornering buat pembaca blog pinggiran ini.

Naahh…suoaya virus yang disebar bisa maksimal sekalian RudySouL kasih tip dan triknya cornering.

Berikut tips dan trik cornering.

1. Old school style cornering (lean bike)
Style ini boleh dibilang sebagai style yang banyak dipake pembalap era 80-90an dimana posisi motor cenderung lebih miring dari badan dan terlihat si rider mendekap tuh motor dan menekan roda depan motornya untuk mendapatkan traksi maksimal dari roda depannya,dan posisi pantat juga ngga terlalu jauh bergeser dari jok. Ban belakang juga menjadi lebih awet karna meminimalisir gejala sliding.
Banyak rider top menggunakan style ini kaya Michael Doohan,Neil Hodgson, dan jaman sekarang diwakili oleh Toni Elias.

2. New school style cornering (lean body)
Style ini mewakili style dari pembalap era sekarang dimana posisi badan cenderung lebih miring dari posisi motor dan seolah olah terlihat bahwa si rider menahan motor bertumpu pada lututnya, kelebihan dari style ini adalah ketika keluar tikungan akan menjadi lebih cepat dan tajam karena ban belakang akan bergeser (sliding) sedikit sehingga memperkecil sudut tikungan, tapi kalau si rider ngga pintar buka tutup gas di tikungan yang ada malah gejala sliding yg berlebih sehingga motor akan sedikit terbawa keluar tikungan dan akan mudah disalip rider yg dibelakangnya dan ban belakang akan cepat kehilangan traksinya karena tergerus oleh torsi motor.
rider2 top jaman sekarang hampir semuanya memakai style ini.

3. Natural/netral style
Style ini banyak dipakai oleh rider sehari hari dan juga ketika touring, style ini juga sangat cocok untuk motor bercc kecil yang notabene ngga perlu turun badan untuk menghandle motor karena bobotnya yang ringan dan sudut kemudi yang lebar. Style ini dapat dilihat dari posisi rider sudut kemiringan badannya sama dengan sudut kemiringan motornya juga posisi kepala juga yang seirama dengan sudut kemiringan motor.
Tapi ada juga rider motoGP yg suka mengaplikasikan style ini seperti Jorge Lorenzo kadang2 dia pakai style ini di fast corner

4. Posisi kaki
Posisi kaki ada baiknya bila kita sedang rebah kekiri posisi kaki juga jinjit (menekan) di footstep sebelah kiri dan kaki kanan dikaitkan di footstep sebelah kanan, dan sebaliknya juga jika kita rebah ke kanan posisi kaki juga jinjit (menekan) di footstep sebelah kanan dan kaki kiri dikaitkan di footstep sebelah kiri, hal ini dilakukan untuk menekan motor agar lebih rebah waktu melakukan cornering dan membantu beban bahu agar tidak lekas pegal menahan bobot motor, juga bermanfaat untuk reflek kita untuk menghadapi tikungan yang tidak terduga (ada lubang atau jalan bumpy).

5. Rolling speed
Rolling speed adalah teknik menggantung gas / RPM pas lagi cornering. Teknik ini bertujuan agar tenaga motor ngga ngedrop pas di tengah tikungan sehingga motor dapat meluncur cepat keluar tikungan. Rider yang memegang 2 tak biasanya lebih gape soal teknik ini karena 2 tak tenaganya mulai keluar dr RPM tengah ke atas dan untuk yg megang 2 tak teknik ini juga bisa dilakukan dengan menekan setengah tuas kopling untuk menjaga agar RPM nya ngga ngedrop lalu pas mau meluncur keluar tikungan lepaskan perlahan lahan tuas kopling tersebut diiringi dengan bukaan gas yang tepat/seirama. Sedangkan pada 4tak si rider kerap melakukan teknik ini dengan menyentuh sedikit saja tuas rem sambil tetap menahan RPM di putaran yg optimal, hal ini jg membantu mengarahkan moncong motor agar tidak terlalu keluar jalur.

6. Powerband
Setiap rider harus memahami powerband dr engine motornya, hal ini bertujuan agar motor tetap terjaga performa mesinnya dan mengurangi gejala overheat akibat pemakaian yang salah kaprah (RPM motor dipaksa untuk meraung tinggi di tikungan), sehingga motor dapat dengan mulus keluar masuk tikungan, dan mengurangi resiko roda motor kehilangan traksi maksimalnya yg bisa mengagetkan/
mengganggu konsentrasi.
Powerband ini sangat berkaitan erat dengan teknik rolling speed.

7. Braking.
Teknik pengereman juga sangat krusial sebelum memasuki tikungan, pengereman yg efektif adalah 65% depan dan sisanya 35%belakang, transfer bobot juga sangat berpengaruh ketika melakukan pengereman karena ketika kita menekan tuas rem depan maka otomatis beban berpindah semua ke depan yang kalau dilakukan dengan panik maka roda depan kehilangan traksinya, beda sama kalau kita ngegas beban berpindah semua ke belakang.
Kalau mau melakukan overtaking, teknik late braking sangat mumpuni untuk mendukung aksi tersebut. Teknik ini biasa dilakukan dalam dunia balap seperti yg sering diperagakan oleh Valentino Rossi, dia melakukan itu untuk menutupi kekurangan tenaga motornya,dikala rivalnya udah nutup gas dia masih terus saja ngegas motornya dan mengerem tepat di depan rivalnya. Karena itu(setahu saya) Rossi memiliki ukuran disc brake yg paling besar diantara semua konstestan motoGP yg lainnya untuk mendukung aksi late braking tersebut.

8. Rider view
Disini kita membahas tentang penglihatan rider ketika menikung, biasakanlah tatapan melihat jauh tikungan di depan dan biarkan motor meluncur dengan sendirinya dalam artian pandangan kita jangan tertuju terus ke depan motor atau moncong motor yg kita naiki karena dikhawatirkan kita tidak sigap dalam menghadapi tikungan tersebut sehingga tidak bisa mengantisipasi keadaan sesudah keluar tikungan. Teknik ini butuh skill khusus atau bagi yang sudah terbiasa melakukan cornering.

By : Mob Surabaya.

image

TipDiatas lebih condong ke gaya corneringnya berikut ini adalah caraTip Dan Trik Cornering yang baik dan benar.

  1. Dengan Menggunakan REM depan belakang dan juga menurunkan grip gas, turunkan kecepatan sebelum mencapai ke tingkungan.
    Hal ini penting saat anda melakukan proses downshiftting (turun gigi) . Saat motor masih dalam kondisi bertenaga dan juga masih melaju lurus,pastikan juga bahwa kompling sudah di lepas dan grip gas sudah stabil sebelum kita mencapai tingkungan selanjutnya anda tinggal tikungan saja.
  2. Bawa/arahka motor dari bagian luar jalan terlebih dahulu untuk kemudian menuju ke sisi dalam tikungan (out to in ) nek bahasaku sih ancang ancang pas mau tikungan.
    Dijalan raya terdapat 2 arah yaitu jalan kiri dan jalan kanan. Saat anda memasuki tikungan ke kanan maka bagian luar tikungan adalah bahu/pinggir jalan , sedang sisi dalam adalah yang mendekati tapi tidak melewati marka tengah jalan, dan begitu juga sebaliknya untuk tikungan ke kiri. Prinsip “out to in” /ancang ancang sangat menguntungkan rider karena dapat membantu memberikan ruang dan juga sudut pandang yang luas saat melakukan cornering , ancang ancang saat menikung sangat diperlukan.

  3. Geser Titik beban tubuh ke bagian dalam tikungan yang akan di lalui
    Istilah kerennya atau bahasa gaulnya dalam dunia road race adalah body steering atau body english. tapi bukan berarti anda harus selalu bergelantungan di motor seperti pembalap yang ada di motogp, kecuali anda ada di trek sirkuit , nah mungkin bisa di sesuaikan dan proposional jika berada di jalan sirkuit. Jika anda berada di jalan raya,posisi badan/pantat yang terlalu bergelantungan/over keluar tentunya akan menyulitkan rider untuk melakukan manuver/bereaksi dan sekiranya ada gangguan atau bahaya yang mendadak saat menikung tentu akan merepotkan. Untuk pemula cukup hanya menggeser posisi duduk menjadi lebih condong ke dalam tikungan. Kalau kata teman saya tujuanya kenapa melakukan cornering yaitu untuk meningkatkan
    ground clearance” maksudnya adalah membuat kita merasa lebih pede saat memasuki jalan tikungan,selain itu agar lebih fokus kepala dan mata untuk tidak jelalatan kemana mana agar bisa tetap memandang jalan yang seharusnya kita tuju.

  4. Menengok atau memutar kepala kita (maksudnya bukan hanya melirik dengan mata) tapi arahkan pandungan jauh kedepan ke bagian jalan yang ingin dilewati.
    Ingat bahwa saat anda berkendara cenderung melaju menuju kearah mana kita melihat,jadi saat anda melewati tikungan coba lihat kearah yang ingin anda tuju atau istilahnya titik exit(titik keluar) tikungan).
    Saat kita berkendara dengan sepeda motor dan fokus pandangan hanya terpaku pada satu objek misal e ,ada batu di tengah jalan , atau ada trotoar atau kucing dan lain sebagainya, biasanya bukannya malah menjauh tapi justru tanpa kita sadari otak akan mengarahkan motor kita ke agar menuju gangungan tersebut. Fenomena tersebut di kenal dengan istilah “target fixation”

  5. Saat mulai menengokkan kepala,jangan lupa juga untuk menekan setang ke arah mana tikungan yang ingin dilalui atau ingin menikung.
    Yang saya sebutkan diatas dinamakan dengan istilah counter steering ,untuk caranya yaitu cukup simple anda bisa tekan/dorong setang kiri jika ingin menikung kearah kiri sebaliknya jika anda ingin nikung ke arah kenan cukup tekan/dorong stang ke kanan. Counter steering adalah dasar yang paling utama dalam mengendalikan sepeda motor yang kita kendarai. Jika di tunjang atau juga di padukan dengan pisisi badan yang agak condong atau bergeser titik bebanya (body stering) akan lebih mempermudah untuk mengarahkan atau memiringkan motor sesuai keinginan kita.

  6. Ketika motor sudah mulai merebah untuk menikung di jalan ,anda bisa buka sedikit grip gas motor dengan lembut dan taratur untuk menjaga kestabilan dan juga kecepatan motor supaya tidak melambat (deselerasi).
    Tujuan dari hal yang saya sampaikan pada point 6 ini yaitu agar motor yang kita kendarai lebih stabil , bukan untuk mengejar speed. Kesalahan umum saat menikung ada yang lupa membuka grip gas atau ada juga yang membuka grip gas secara mendadak didalam tikungan , hal ini tentunya akan mengagetkan motor ,membebani suspensi dan juga ban depan secara berlebihan sehingga traksi ban belakang akan berkurang karena titik beratnya banyak bergeser ke ban depan. Jika dilakukan tentunya akan lowside atau tergelincir karena posisi ban belakang gak sanggup ngegrip aspal lagi. Prinsipnya sebenarnya simple dalam posisi menikung ini yaitu ” Jika gas motor turun(ditutup) akan semakin mudah untuk melakukan miring karena tertarik gravitasi ” sebaliknya ” Jika gas motor dibuka maka akan seperti melawan gaya gravitasi yaitu akan tegak dengan sendirinya. Jika anda memahami motor anda tentunya akan mengerti apa saya maksud.

  7. Saat motor sudah memasuki titik keluar tikungan anda bisa pindahkan kembali posisi berat badan ke tengah jok.
    Tujuan hal ini tentunya akan semakin mudah untuk menegakan motor kembali ,sudah saya praktekan dan hasilnya sempurna , maaf belum bisa kasih foto karena memang saat melakukan cornering kamera tidak ada dan fasilitas lainya kurang memadai.

  8. Selesai dan Keluar dari tikungan, silahkan anda kembali untuk tarik grip gas dengan memacu motor anda untuk berakselerasi hingga kecepatan mentok.
    Saat balapan skill menarik gas, transmisi, cornering ,hingga memahami motor yang digunakan adalah kuncinya balapan selain yang saya sebutkan tentunya masih banyak lagi skill2 lain. Saat motor sudah selesai tikungan anda bisa geber dengan menarik grip gas dan pacu motor anda jangan sampai over saat menambah tranmisi (gigi motor) anda.

Sumber : modifikasi.co.id

Pesan RudySoul saat cornering : Jangan takut untuk melakukan cornering…kita harus yakin dan percaya.
Yakin dengan ban yakin dengan aspal…biarkan ban dan aspal mengikuti irama kita,yakin bahwa kita mampu jangan takut jatuh 🙂

Semoga bermanfaat.

Iklan

Komentar»

1. orong-orong - 02/12/2015

nice tips

2. John_Hendy - 02/12/2015

Super

3. sobatrodadua - 02/12/2015
4. sinchan - 02/12/2015

Jossss. Ilmu yang bermanfaat

5. sutopo - 02/12/2015

joss tenan informasinya sangat bermanfaat mas ..

6. skidrow - 02/12/2015

Ah, counter steering, saya pernah, itu pas saya agak nglamun trus lupa kalo mau belok. Lgs counter, miring tenan sampe standar kena aspal, hehe

Itu naik karisma

7. welah dalah - 03/12/2015

Nice info brow, asal jangan praktek di daerah jembatan brongkos aja, musuhnya bis n truck hahahaha…….

8. danisubject - 04/12/2015

knee down all the way


Terimakasih komenya,maaf kalau ndak bisa bales satu persatu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: