Iklan
jump to navigation

Warga Desa Kuningan Blitar demo tempat usaha export jimbe milik warga Cina (WNA) karena dicurigai tanpa ijin. 05/04/2017

Posted by Rudy SouL in Blitar, Umum.
Tags:
trackback

Sob,sekitar pukul 00:00 pulang dari ATM mengantar teman yang meminjam kartu ATM untuk transfer kesaudaranya diSurabaya, saat melintas di jalan desa Kuningan Kecamatan Kanigoro atau tepatnya di timur perempatan Yonif 511 ada warga berkumpul dan beberapa petugas polisi.Awalnya cuek saja dan langsung balik ke rumah, kemudian RudySouL mendapatkan informasi tentang adanya demo di dekat perempatan Yonif 511, karena lokasi yang dimaksud tidak jauh dari rumah akhirnya segera meluncur ke tempat tersebut.

Sesampainya di lokasi tersebut RudySouL mencari informasi kepada warga Apa yang sebenarnya terjadi kenapa banyak warga berkumpul di sekitar ruko selatan jalan Timur perempatan 511.

Demo terjadi karena beberapa hari beberapa yang lalu warga Kuningan berniat meminta sumbangan untuk pembuatan kursi dan tenda kematian kepada seluruh warga ( Maaf RT berapa Saya lupa).
Saat warga bermaksud untuk meminta sumbangan yang dilengkapi dengan proposal penjaga ruko tempat usaha ekspor Jimbe tersebut melakukan tindakan yang kurang berkenan bagi pemuda yang bermaksud untuk meminta sumbangan tersebut.

Pengusaha China yang tidak bisa berbahasa Indonesia tersebut saat dimintai sumbangan justru menutup pintu ruko tempat usahanya dengan keras.
Selang beberapa hari pintu depan ruko usaha ekspor Jimbe tersebut dicat ( vandalisme) sehingga membuat pengusaha China tersebut melaporkan aksi vandalisme tersebut ke polisi, pengusaha China tersebut menuduh Pemuda Kuningan sebagai pelaku vandalisme.

Para pemuda Kuningan merasa tidak melakukan hal yang sudah dituturkan oleh pengusaha ekspor tersebut karena juga tidak ada bukti dan saksi yang menguatkan laporan pengusaha itu.

Akhirnya Pemuda Kuningan yang merasa dirugikan melaporkan balik tentang adanya usaha ekspor yang dilakukan oleh warga Cina ini karena tidak memiliki izin.
Selain tidak memiliki izin kegiatan mengangkut barang atau memasukkan Jimbe Jimbe yang akan diekspor ke kontainer pada malam hari yaitu mulai pukul jam 10.00 malam sampai 04.00 pagi sehingga mengganggu kenyaman tetangga tempat usaha ekspor Jimbe ini.

Kegiatan memindahkan jimbe dari dalam ruko ke kontainer menimbulkan suara yang berisik membuat warga kurang nyaman.
Saat ditanya oleh warga pengusaha Cina ini mengatakan bahwa usahanya sudah memiliki izin dan kepala desa sudah mengetahuinya. Namun sebaliknya RT setempat tidak mengetahui adanya usaha export jimbe ini.

Tujuan dari demo malam ini adalah warga meminta pengusaha Cina ini untuk melengkapi surat izin yang seharusnya dimiliki oleh perusahaan ekspor Jimbe sebagaimana mestinya, bukan untuk mengusir dari Kuningan. Satu lagi permintaan dari warga adalah proses angkut barang dari ruko ke kontainer dilakukan siang hari agar tidak mengganggu kenyamanan warga saat malam hari.

Demikian informasi yang saya dapatkan dari warga sekitar.

Semoga bermanfaat.

Iklan

Komentar»

1. OcepkaseP - 09/04/2017

Opo kuwi jimbe?


Terimakasih komenya,maaf kalau ndak bisa bales satu persatu :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: